Monday, February 1, 2016

Diperkirakan Melemah Sentimen Beli Yen Meningkat



Berdasarkan data COT (CommitmentOf Traders) yang baru saja dirilis, dapat dikatakan bahwa mata uang yen Jepang, adalah mata uang yang memiliki sentiment cukup besar, terutama pada sentiment beli. Namun, perlu disadari bahwa sentiment ini seakan berlawanan dengan apa yang telah dikatakan oleh Gubernur Bank Of Japan, Haruhiko Kuroda pada hari Jumat 2016 lalu.

Sentimen Beli Mendekati 70 Persen

Mata Uang Beli Jual
USD
83.94 %
16.06 %
EUR
26.45 %
73.55 %
GBP
29.67 %
70.33 %
JPY
68.50 %
31.50 %
AUD
36.92 %
63.08 %
NZD
42.44 %
57.56 %
CHF
45.86 %
54.14 %
Tabel Sentimen Jual Beli

Berdasarkan data di atas untuk mata uang yen Jepang, jika dibandingan dengan data sebelumnya terlihat semakin mempertegas sentiment beli. Hal ini terlihat dari angka sentiment yang mendekati level 70 persen. Dimana, jika sebuah sentiment melewati 70 persen, dapat pastikan sentiment tersebut mampu membuat pergerakan mata uang yang lebih “volatile”.

Sentimen Yang Berlawanan Dengan Kenyataan

Jika diperhatikan secara lebih lebih, terdapat sebuah perbedaan antara sentiment dengan situasi ekonomi global saat ini dan langkah kebijakan moneter yang telah diambil oleh Gubernur Bank Of Japan, Haruhiko Kuroda.

Berdasarkan sentiment akan terjadi aksi beli yang sangat besar, namun jika dilihat secara cakupan ekonomi telah terjadi perlambatan yang sehingga menjadikan menjadikan Gubernur Bank Of Japan, Haruhiko Kuroda memilih untuk memangkas suku bunga hingga mencapai negative 0.10 %.

Hal ini menandakan bahwa akan terjadi aksi jual besar-besaran pada mata uang yen Jepang, hal ini dikarenakan Jepang sedang melawan deflasi, yang kini sedang dihadapinya. Dengan, demikian Jepang sangat berharap ekonomi dapat tumbuh setelah, Jepang memperkenalkan sebuah kebijakan moneter yang baru dengan dengan cara pemberian stimulus yang disertai dengan pemangkasan suku bunga hingga negative.

Bank Of Japan Bersedia Memangkas Kembali Suku Bunga

Naohiko Baba, pimpinan Goldman Sachs di Tokyo berpendapat bahwa Gubernur Bank Of Japan (BOJ), Haruhiko Kuroda bersedia memangkas kembali suku bunga jika diperlukan. Hal ini kemungkinan, semata-mata ditujukan agar mata uang yen Jepang tetap terjaga serta terhindar dari penguatan.

0 comments :

Post a Comment